Rimbawan Malaysia Kunjungi Pusprohut: Diskusikan Penelitian Bambu

Pusprohut (Bogor, 06/06/13)_Duabelas rimbawan Malaysia mengunjungi Pusprohut pada Rabu 5 Juni 2013. Kunjungan tersebut dalam rangka curah pendapat dan tukar menukar informasi serta perkembangan penelitian bambu (di Malaysia disebut buluh) dengan para peneliti Indonesia.

Mereka berasal dari berbagai institusi kehutanan Malaysia yakni Fakulti Perhutanan UPM (Universitas Putra Malaysia), INTROP UPM (Institute of Forestry and Forest Product UPM), Malaysian Timber Industry Board (MTIB). Jabatan Perhutanan Negeri Pahang, Kedah, Negeri Sembilan, Selangor, Kelantan dan Perak . Ketua rombongan adalah Prof. Dr. Paridah Md.Tahir, Direktur INTROP.

Dr. Dede Rohadi atas nama Kepala Pusprohut menyambut kedatangan para tamu di Ruang rapat Pusprohut dan menyampaikan informasi singkat sekitar profil Pusprohut. Selanjutnya perkenalan tamu-tamu dari Malaysia dan juga para peneliti dan pejabat struktural Pusprohut dan Puskonser.

Acara utama adalah penyampaian makalah mengenai berbagai aspek bambu oleh para peneliti Malaysia dan Indonesia dengan topik sebagai berikut:

1. Modern use of bamboo disampaikan oleh Prof.Dr. Paridah Md. Tahir dari Institute of Tropical Forestry and Forest Products (INTROP), Universiti Putra Malaysia 43400 UPM Serdang Selangor Malaysia

Makalah meliputi :

Bambu di Malaysia (jumlah dan jenis bambu, penyebaran, tanaman bamboo, sifat bamboo dll)
Bamboo : Traditional Products and Uses (Bahan bangunan, penangkapan ikan, alat sembahyang, kerajinan tangan, keranjang, hiasan, rebung, alat masak, ajir bamboo, sumpit , rumah, jembatan, tanaman landscape, alat music dll)
Bamboo: Modern Uses ( interior bangunan, kerangka struktur rumah, mebeler modern, transportasi, garam bambu, arang bambu, cuka bambu, peralatan rumah tangga dll)
Bamboo: Future Significance ( Laminated bamboo atau lamboo, arsitektur bangunan modern, lantai, interior design, arsitektur non-simetris)

2. Potential Application Of Malaysian Bamboo For High Value Added Products, disampaikan oleh Prof. Dr. Zaidon ASHAARI, Faculty of Forestry Universiti Putra Malaysia, 43400 Serdang, Selangor, Malaysia

Makalah ini terkait bambu/buluh Semantan (G. scortechinii), yaitu jenis bambu lokal yang banyak digunakan di Malaysia. Penelitian yang dilakukan adalah perlakuan pada hardboard bambu dengan proses basah (wet process) sbb: Wet forming (S-1-Sà Pre press and Hot Press (1800C and 9.8 kg /m2 for 10 min à Tempering in oven at 180 C for 6 h.

Hasil penelitian diantaranya menunjukkan bahwa : MOR and MOE untuk hardboard bambu lebih unggul dibandingkan dengan fabricated tangkai tanpa buah sawit, kayu karet dan campuran kayu karet+ EFB sawit.

3. Hasil-hasil Penelitian Budidaya Bambu disampaikan oleh Ir.Sutiyono, APU peneliti Pusprohut Badan Litbang Kehutanan.

Makalah antara lain menyajikan jenis-jenis bambu di Indonesia, memilih jenis bambu (kesesuaian jenis bambu dengan kondisi lahan, kesesuaian jenis bambu dengan tipe iklim, kesesuaian jenis bambu dengan produk bamboo), persiapan bibit, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan dan aspek ekonomi usaha bambu petung.

Diskusi dan taya jawab berlangsung dengan baik dan hangat diantara para peneliti dan pejabat struktural terkait dengan berbagai aspek mengenai bambu baik yang sedang diteliti maupun yang akan diteliti lebih lanjut dimasa mendatang.

Kedepan diharapkan Indonesia dan Malaysia dapat bekerjasama dalam bidang bambu. Para tamu dari Malaysia juga akan mengunjungi pusat-pusat kerajinan bambu dan tanaman bambu antara lain di Bandung dan Yogyakarta Pada akhir acara presentasi dilakukan penyerahan beberapa publikasi kepada tamu dari Malaysia dan foto bersama.

Please follow and like us:
0